Siap Dampingi Korban

Mgs H Syaiful Fadli ST


Mgs. Syaiful Fadli – Anggota DPRD Sumsel 

AKSI kekerasan terhadap mahasiswa UIN Raden Fatah yang diduga dilakukan senironya memantik reaksi Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs. H. Syaiful Padli ST MM. Dia menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan kepada keluarga mahasiswa korban tindakan kekerasan yang terjadi dalam kegiatan yang dilakukan Kampus UIN Raden Fatah Palembang.

“Kalau memang pihak warga ingin melaporkan dan ingin kami pihak DPRD menjadi pendampingan, kami siap melakukan pendampingan terhadap keluarga korban sehingga kasus ini diusut dituntaskan proses hukumnya. Dan ke depannya kita berharap hal ini tidak terulang lagi,” ungkap Syaiful Padli kepada awak media di DPRD Sumsel, kemarin.

Syaiful meminta agar segala bentuk tindak kekerasan yang ada di dalam kampus ini harus dihapuskan.

“Apalagi ada fenomena senioritas yang ada di dalam kampus ini tidak seharusnya terjadi dalam dunia pendidikan kita. Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa.

Tidak dibenarkan melakukan proses kekerasan di dalam kampus. Apalagi disinyalir dilakukan pengeroyokan terhadap mahasiswa yang menjadi korban,” kata Syaiful Padli yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel.

Eks Ketua KAMMI Daerah Sumsel ini melihat ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam sistem pendidikan kita di kampus terutama terkait dengan kegiatan-kegiatan di luar kampus.

“Ini seringkali terjadi banyak korban. Bahkan ada yang meninggal karena kekerasan ini. Maka pihak kampus harus menegakkan aturan yang tegas ketika melakukan kegiatan di luar kampus ini paling tidak ada SOP dari pihak kampus sehingga tidak terjadi kekerasan yang seperti ini,” papar Ketua Persatuan Zuriat Palembang tahun 2006.

Yang kedua kalaupun pihak mahasiswa melanggar, mahasiswa tersebut harus siap dikeluarkan. Nah ini juga seringkali terjadi di banyak hal. Maka ia meminta pihak kampus untuk menegakkan aturan terkait dengan hal tersebut.

“Lalu kami minta ini diusut oleh pihak berwajib, jangan sampai ini menjadi preseden buruk bagi dunia kampus kita. Dan ini akan menjadi pembelajaran ke depannya. Ketika mahasiswa mengadakan kegiatan, mereka akan mengedepankan gara-gara elegan. Disiplin boleh tapi tidak dengan kekerasan. Saya kira ke depannya ini perlu menjadi perhatian semua pihak,” bebernya. (del)