SIAPA YANG SALAH ?

Pelajar bolos sekolah yang terjaring razia. FOTO ; ARDIE COW – PALEMBANG POS


Pelajar Bolos Sekolah di OKUT

PULUHAN pelajar di Kabupaten OKU Timur terjaring Razia. Mereka diamankan dari lokasi nongkrong di warung-warung. Fenomena ini hampir terjadi di semua daerah dalam Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai bukti, puluhan pelajar terjaring tatkala diadakan razia oleh tim gabungan.

Bicara anak bolos sekolah bukanlah fenomena baru dalam dunia pendidikan. Perilaku ini sudah sangat populer dari sekolah dasar sampai sekolah tingkat menengah atas. Mengapa bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya?

Berdasarkan survei, ada banyak faktor yang menyebabkan siswa bolos sekolah, salah satunya karena mereka tidak mau mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak disukainya, atau karena tidak suka pada salah satu guru, atau membolos karena diajak/mengikuti teman.

Penyebab siswa membolos dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari luar siswa, misalnya: Faktor keluarga.

Kadang, orangtua tidak memperbolehkan anaknya masuk sekolah untuk suatu alasan tertentu misalkan kakaknya sakit, sementara kedua orang tuanya harus pergi bekerja mencari nafkah. Untuk menemani kakaknya tersebut maka adiknya terpaksa tidak masuk sekolah.

Faktor berikutnya adalah kurangnya kepercayaan diri. Sering rasa kurang percaya diri menjadi penghambat segala aktifitas. Faktor utama penghalang kesuksesan ialah kurangnya rasa percaya diri. Ia mematikan kreatifitas siswa. Meskipun begitu banyak ide dan kecerdasan yang dimiliki siswa, tetapi jika tidak berani atau merasa tidak mampu untuk melakukannya sama saja percuma.

Perasaan diri tidak mampu dan takut akan selalu gagal membuat siswa tidak percaya diri dengan segala yang dilakukannya. Ia tidak ingin malu, merasa tidak berharga, serta dicemooh sebagai akibat dari kegagalan tersebut. Perasaan rendah diri tidak selalu muncul pada setiap mata pelajaran. Terkadang ia merasa tidak mampu dengan mata pelajaran matematika, tetapi ia mampu pada mata pelajaran biologi. Pada mata pelajaran yang ia tidak suka, ia cenderung berusaha untuk menghindarinya, sehingga ia akan pilih-pilih jika akan masuk sekolah.

Sementara itu siswa tidak menyadari bahwa dengan tidak masuk sekolah justru membuat dirinya ketinggalan materi pelajaran. Melarikan diri dari masalah malah akan menambah masalah tersebut.

Miris! Satu kata untuk menggambarkan fenomena pelajar bolos sekolah di Kabupaten OKU Timur tersebut. Seharusnya berada di sekolah mengikuti kegiatan belajar, malah berada di luar sekolah dan terjaring razia gabungan. Dalam razia yang dilakukan Polsek Buay Madang Timur bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini, sebanyak 33 pelajar berhasil diangkut.

33 pelajar ini terdiri atas SMP, SMA dan SMK di Kecamatan Buay Madang Timur. Mereka dibawa ke Polsek Buay Madang Timur karena kedapatan bolos saat jam belajar sekolah, Senin (17/10).

“Puluhan pelajar tersebut berkeliaran dan nongkrong dipinggir jalan saat jam belajar berlangsung,” ujar Kapolsek Buay Madang Timur, Iptu Alimin, SH, Selasa (18/10).

Dikatakan Kapolsek, selain mengamankan puluhan pelajar, pihaknya juga mengamankan 20 unit sepeda motor berbagai jenis dan merk milik pelajar yang sedang nongkrong pada saat jam sekolah.

“Kami bersama Sat Pol PP melakukan giat penertiban terhadap pelajar yang berkeliaran dan nongkrong diluar sekolah pada saat jam sekolah di wilayah hukum Polsek buay Madang Timur. Ada 33 pelajar SMP, SMA dan SMK bolos sekolah sedang nongkrong di warung pinggir jalan,” jelasnya.

Ditambahkannya, kegiatan penertiban terhadap pelajar bolos sekolah pada saat jam belajar sekolah ini dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Wilkum Polsek Buay Madang Timur.

“Pelajar yang berkedapatan sedang nongkrong pada saat jam sekolah akan didata, diberikan nasehat dan dikembalikan kepada pihak sekolah dan orang tua dengan membuat surat pernyataan. Sedangkan 20 motor yang diamankan akan dibuatkan berita penitipan dan akan di kembalikan setelah 14 hari untuk efek jera,” pungkas Kapolsek.

Kasat Pol PP & Damkar OKU Timur, Drs. Vikron Usman, MM melalui Kabid Penegakan Peraturan Daerah Edward, SE mengatakan, selain patrol Satpol PP juga menerima pengaduan dari masyarakat dalam Kabupaten OKU Timur bila ada pelajar yang nongkrong di luar sekolah saat jam belajar.

“Karena anggota Pol PP kita juga ada di setiap kecamatan dan juga desa. Jadi bisa melakukan razia dibantu dari institusi kepolisian dan lainnya. Untuk 33 pelajar ini kita gabungan bersama Polsek Buay Madang Timur,” jelasnya.

Sebelum 33 pelajar yang terjaring razia ini, kata Edward, sebelumnya juga pernah dilakukan razia di salah satu warung yang dijadikan tempat nongkrong pelajar, baik pelajar SMP maupun SMA dan SMK di daerah Kotabaru Martapura, yang mana dilaporkan oleh masyarakat sekitar banyak pelajar yang bolos dan nongkrong ditempat tersebut.

“Namun saat itu karena diduga informasi tersebut bocor, jadi hanya terjaring 2 pelajar saja, sementara yang lainnya sudah lebih dulu kabur,” paparnya.

Sambung Edward, dirinya bersyukur, bahwa kegiatan razia pelajar ini mendapatkan dukungan dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur.

Bagi pelajar yang terjaring razia, lanjutnya, dilakukan pendataan dan kemudian diserahkan ke pihak sekolah untuk ditindaklanjuti ke pihak orang tua siswa, agar pelajar tersebut tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Ini adalah bentuk pengawasan sekaligus membantu para org tua agar anaknya disiplin sekolah dan tidak bolos saat jam belajar,” ungkap Edward.

Dalam satu bulan, Satpol PP OKU Timur rutin melakukan giat patroli. Setidaknya ada 3 giat yang dilakukan dalam mengantisipasi tindakan indisipliner pelajar dan juga ASN di Kabupaten OKU Timur.

“Selain pelajar, kami juga melakukan razia terhadap ASN dan PPPK maupun TKS yang bolos saat jam kerja. Ini berdasarkan PP No. 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” tutupnya.

Praktisi Pendidikan Maidi Apriadi mengatakan peran Bimbingan Konseling (BK) sangatlah penting sebagai sarana untuk mencari solusi. Melalui pendekatan personal, harapannya siswa dapat lebih terbuka dengan pemasalahannya, sehingga pembimbing dapat memahami dan mendapat gambaran secara jelas apa yang sedang dihadapi siswa.

Menghentikan sepenuhnya kebiasaan membolos memang tidaklah mudah dan sangatlah minim kemungkinannya. Tetapi usaha untuk meminimalisisir kebiasaan tidak baik tersebut tentu ada. Dan salah satu usaha dari pihak sekolah ialah dengan program Bimbingan Konseling (BK).

Dengan mengetahui faktor-faktor penyebabnya, pembimbing sedikit tahu bagaimana kondisi permasalahan siswa. Langkah selanjutnya ialah melalui pendekatan supaya siswa yang membolos mau menerima arahan dari pembimbing. Adapun jika siswa masih bersikap tertutup, tidak mau menceritakan permasalahan mengapa ia membolos, maka pembimbing menggunakan cara lain yaitu menanyakan pada teman dekatnya. Begitu semua informasi yang diperlukan telah diperoleh, pembimbing langsung mengambil tindakan preventif dan pengobatan.

Seperti yang telah dikemukakan di atas, pencegahan tidak harus melalui hukuman. Memberi nasehat dan arahan yang baik akan lebih mengena dari pada membentak dan memarahinya.

Tidak teraturnya anak masuk sekolah tidak sepenuhnya terletak pada siswa. Ada banyak sebab yang terletak di luar kekuasaan anak, atau yang kurang dikuasai anak.

‘’Jadi kegiatan membolos siswa tidak sepenuhnya kesalahan siswa. Ada faktor dari luar yang juga turut andil dalam pembolosan tersebut. Oleh karena itu, tugas BK selain memberi arahan pada siswa juga mengkondisikan lingkungan sekolahnya sebaik mungkin supaya siswa merasa betah berada di sekolah,’’ ujarnya. (ard/tia)