Sirup Paracetamol  India


Zulkifli, Apt – Kepala BBPOM Palembang 

KEPALA BBPOM Sumatera Selatan, Zulkifli, Apt mengatakan obat-obatan yang mengandung Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) di seluruh produk obat sirup anak maupun dewasa telah dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Pasalnya menurut kabar yang beredar, ada sebanyak 72 kasus gangguan ginjal akut misterius telah ditemukan di Gambia karena obat ginjal tersebut mengandung kedua bahan yang disebutkan tadi. Obat tersebut salah satunya antara lain, paracetamol yang diproduksi oleh India.

”Kalau sirup Paracetamol asal India yang diindikasikan menjadi penyebab gagal ginjal misterius pada balita dan anak-anak belum ada yang masuk jenis obatnya di Sumsel sendiri,” ujar Zul saat dikonfirmasi, Rabu (19/10).

Zul menjelaskan, jika obat yang tidak ada izin BBPOM tidak diperbolehkan beredar di Indonesia.

“Kalau obat yang diindikasikan tadi ya sudah pasti tidak ada izin BPOM, yang pasti obat itu tidak ada beredar di Indonesia. Artinya tidak memiliki izin edar,” jelasnya.

Lebih lanjut Zul menuturkan, bahwa pihak BBPOM sendiri akan gencar melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat peredaran obat seperti apotek maupun puskesmas.

“Mengingat fungsi dari BPOM adalah mengawasi dari pra-edar hingga telah beredar. Kita selalu awasi itu, bukan hanya di Sumsel aja tapi di Indonesia juga. Yang diawasi apa? Ya sarang obat kita awasi. Mulai dari toko obat, puskesmas, dan apotek. Kami selalu memantau itu dan selalu kita cek,”

Zul mengatakan, jika masyarkat di Sumsel khususnya Kota Palembang tidak perlu khawatir. “Masyarakat jangan khawatir, sebab tidak ada obat Paracetamol dari India yang masuk ke Indonesia termasuk di Sumsel ini,” katanya.

Selain itu, Zul juga mengimbau bagi masyarakat agar selalu membeli obat di tempat terpercaya seperti apotek.

“Kita imbau kepada masyarakat agar membeli obat ke toko obat seperti apotek, karena obat harus aman, berkhasiat dan bermutu. Untuk itu, ketika kita sudah membeli di tempat yang sesuai maka dipastikan obat itu akan aman,” tandasnya. (tia)