“Sisir” Toko Penjual Permen Diduga Mengandung Zat Berbahaya

Disdagperin Sisir Warung, BPOM Ambil Sample.
Disdagperin Sisir Warung, BPOM Ambil Sample.

SEKAYU – Pasca insiden 2 pelajar Sekolah Dasar (SD) diduga alami keracunan makanan (permen), dinas kesehatan Muba langsung terjun ke lapangan menyisir toko yang diduga menjual permen tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.

“Begitu mendapatkan perintah Pj Bupati, kami langsung terjunkan tim. Satu tim bergerak bersama dinas perdagangan dan perindustrian menyisir keberadaan warung yang menjual permen untuk digunakan sebagai sampel. Tim lainnya gerak cepat merawat dan memeriksa dengan seksama kondisi korban,” ungkap dr Azmi Dariusmansyah, Kadinkes Muba.

Dikatakannya, viralnya informasi mengenai keracunan permen yang menimpa Za dan Me masih berupa dugaaan. Meski begitu pihaknya mengeluarkan imbauan, agar permen yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk sementara tidak diedarkan sambil menunggu hasil penelitian dari BPOM.

Sedangkan dari hasil penyisiran ke sejumlah warga sekitar penjual permen dan kediaman korban, dijelaskan Azmi tidak ditemukan korban lain. “Hasil penelusuran hingga Sabtu tak ada korban lain di luar dua korban yang kita rawat. Kita juga sedang mencari akar penyebab yang memicu korban hingga muntah dan mencret,” jelas Azmi.

Secara rinci kasus dugaan keracunan makanan ini sudah didalami dan dirumuskan dalam sebuah kronologis kejadian atas dua korban dugaan keracunan yang tercatat sebagai siswa SD 12 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu.

Diketahui pada Jumat 4 November 2022 sekitar pukul 14.30 WIB, petugas Puskesmas Balai Agung mendapatkan informasi dari petugas surveilans RSUD Sekayu yang mengabarkan ada kejadian kasus keracunan makanan yang diduga dari permen lunak/warna-warni. Dua korban adalah Za (11) siswa kelas V SDN 12 Sekayu dan Me ( adik kandung Za).

Akibat keracunan dilaporkan setelah mengkonsumsi permen cair berwarna kuning pada sekitar 10.00 WIB. Sampai di rumah pukul 11.00 WIB, Za sempat mengukonsumsi bubur ayam buatan ibunya sendiri. Usai makan bubur, pada pukul 14.00 WIB, Za dan Me makan permen yang diperoleh dari temennya di sekolah.

Saat itulah tak berapa lama makan permen kedua anak ini merasakan mual lalu muntah lima kali dan mencret sekali. Kemudian pada pukul 14.30 WIB kedua anak dibawa orang tuanya ke UGD RSUD Sekayu. Setelah ditangani oleh petugas UGD Za tidak ada keluhan lagi. Sedangkan Me masih mencret sebanyak 5 kali sampai pukul 10.05 WIB tanggal 5 November 2022. (omi)