Siswa Harus Miliki 240 Jam Uji

Owner LPTO Siap Mandiri Suparman SPd MSi didampingi tim siap melaksanakan ujian kompetensi. Foto : istimewa


Penuhi Standar BNSP

PALEMBANG – Untuk mencapai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang merupakan badan independen nasional yang dibentuk oleh pemerintah untuk memberikan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia.

BNSP bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Guna untuk menjadi dewan penjamin dari kualitas SDM Indonesia, untuk memenuhi standar itu maka siswa harus atau telah melaksanakan pelatihan ini sebanyak 240 jam diuji pada level 3.

Untuk memenu standat itu, maka Pemilik LPTO Siap Mandiri Suparman SPd MSi mengatakan, hari ini tanggal 10 September di LPTO Siap Mandiri melaksanakan uji kompetensi.

“Pada uji kompetensi ini untuk mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang diajarkan. Kedua dengan adanya sertifikasi kompetensi keahlian ini adalah untuk sebagai diketahui atau mengetahui bahwasanya siswa ini telah melaksanakan pelatihan. Ini dilaksanakan LSK pusatnya di Jakarta yang menguji ini penguji dari luar instruktur Siap Mandiri,’ katanya.

Suparman menerangkan, uji kompetensi ini untuk sebagai pengakuan, sebagai pengukur kemampuan. Kemudian juga sertifikat ini bersifat nasional yang mana kita punya standar bahwasanya setelah dia mendapat sertifikat ini, dia bisa diakui oleh dunia industri dan dunia usaha. Memiliki keahlian kompetensi atau skill.

“Mereka diuji beberapa materi misalkan pengetahuan masalah analisis untuk alat injeksi. Kemudian mereka trouble misalnya kepala silinder misal kemudian suspense,” jelasnya.

Ada beberapa materi yang lulus yang mana kalau yang lulus cuman di kepala silinder ada berapa materi ada pengakuannya itu tahun depan kalau mau mengikuti lagi hanya materi yang belum lulus.

“Ada level 1 level 2 level 3. Di level 3 tidak menggunakan peralatan karburator lagi tapi menggunakan injeksi jadi motor-motor sekarang adalah motor-motor injeksi.

“Setelah mengikuti ujian ini kami berharap anak-anak dan adik-adik ini disiapkan untuk berwirausaha. Karena setelah ini setelah dinyatakan lulus kompetensi ini ada lanjutan ada jam terbang dengan magang di magang di industri 3 bulan. Dengan harapan mempelajari manajerial masalah perbengkelan di perusahaan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, peserta mengalami ujian semua misalkan motor standar dicabut salah satu kabel. Kemudian dia step trouble-nya di mana ke depan satu ternyata kalau dipan satu rusak di apa jadi harus tahu ada juknisnya ini kan ada juknisnya harus diisi.

“Sifatnya menganalisa trouble. Jadi misalkan contoh bannya kempes analisanya apa kurang angin cara membenarinya ya tambah angin standarnya seperti itu. Ini level 3 adalah level tertinggi untuk level 1 itu baru hanya motor stelkolep ini tidak lagi ini sudah menganalisis.Sudah trouble-nya di kepala silinder dia sudah memahami kerusakan,” bebernya. (nik)