SMKN 2 Banyuasin III Kembangkan Sorgum

Kepala SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III, Soviyanto


BANYUASIN
– Kembangkan inovasi terbaru dari dari jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan. Sekolah SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III akan berinovasi untuk kembangan perkebunan tanaman Sorgum di Kabupaten Banyuasin.

Dengan mengandeng Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Sorgum yang nantinya akan dikembangkan diketahui merupakan tanaman serbaguna sebagai sumber pangan, serta berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan kedelai.

Kepala Sekolah SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III, Soviyanto, kemarin, menjelaskan di sekolahnya saat ini memiliki 5 jurusan yakni Jurusan Multimedia, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Ternak Ungas, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Agribisnis Perikanan Air Tawar.

Di mana untuk semu jurusan itu saat ini sangat berguna dilingkungan masyarakat, seperti perkebunan, pertanian, pengolahan hasil pertanian, maupun perikanan air tawar. Semuanya saat ini juga terus dilakukan berbagai inovasi, mulai dari pembibitan ikan, pakan ikan,

Ungas maupun pakannya serta berbagai olahan hasil pertanian, terangnya.

“Saat ini juga ada inovasi yang akan segera dilakukan yakni jurusan agribisnis pertanian, untuk perintisan tanaman Sorgum dengan berkerjasama bersama ICMI. Karena negara kita saat ini sedang kurang tepung maka Sorgum yang merupakan tanaman serbaguna mungkin menjadi solusi terkait hal itu,” ungkapnya.

Lanjutnya, hari ini juga pihaknya sedang menunggu pihak dari ICMI yang akan mensurvei lokasi yang akan dijadikan lahan perintisan tanaman Sorgum itu, dimana dengan bekerjasama dengan ICMI tersebut nantinya akan banyak lagi kegiatan-kegiatan untuk pengembangan siswa, seperti pelatihan, lomba dan sebagainya tentang digitalisasi.

Sebenarnya masih banyak lagi inovasi-inovasi produk yang telah dihasilkan sekolahnya, namun hal itu tidak dapat dipasarkan kepada masyarakat karena sekolah yang berstatus milik pemerintah, sesuai aturan haruslah jika produk-produk yang dihasilkan dijual secara umum maka hasilnya akan kembali ke Negera, maka dari itu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk sekolah sangatlah penting akan sekolah itu, bisa dapat mandiri dan berkembang, sambungnya.

“Maka dari itu karena sekolah kami belum berbadan BLUD, produk yang dihasilkan, hanya untuk bahan praktek saja dan tidak diproduksi secara terus menerus. Oleh karena itu kami angkat berharap agar sekolah bisa berkembang dan produk-produk yang dihasilkan bisa memasyarakat, harapanya sekolah bisa segera memilik BLUD,” harapnya. (SON)