Sudah Sepakat Damai


AKP Wanda Dira Bernard – Kapolsek Gandus 

ADANYA aksi kekerasan terhadap seorang mahasiswa berinisial A (19), peserta Diksar Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) UIN Raden Fatah Palembang di Bumi Perkemahan Kecamatan Gandus dibenarkan apparat Polsek Gandus. Namun aparat Polsek Gandus mengungkapkan, jika kasus tersebut sudah ditengahi dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah didamaikan pada hari Sabtu (01/10), kedua belah dalam hal ini pihak korban yakni ayah korban dan korban sendiri lalu dari pihak panitia diksar tersebut termasuk pihak yang menganiaya korban,” kata Kapolsek Gandus, AKP Wanda Dira Bernard, saat dikonfirmasi via ponselnya, Senin (03/10).

Setelah dipertemukan dan dimintai keterangan masing-masing pihak, lanjut Bernard, pihak keluarga korban dan panitia diksar sepakat untuk menyelesikan kasus penganiyaan tersebut secara intern

“Sebelumnya kita telah mendampungi pihak korban dan panitia diksar termasuk mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu dengan kesadaran masing-masing dan tanpa paksaan, kasus ini disepakati kedua belah pihak untuk berdamai. Kita selaku penegak hukum, tentu menghargai kesepakatan antar kedua belah pihak,” tandas Bernard.

Karena sikap untuk berdamai dan menyelesaikan persoalan secara intern kata Bernard, adalah kehendak kedua belah pihak.

“Kita tidak bisa memaksa. Dasar dari kesepakatan itu, kita juga meminta keduanya langsung membuat pernyataan tertulis sebagai jaminan bahwa sudah adanya kesepakatan damai antar kedua belah pihak,” ucap Bernard.

Walaupun sudah ada kesepakatan damai antara korban dan pelaku, sambung Bernard, namun jika pihak korban merasa tidak puas dengan ingin mencabut pernyataan perdamaian lalu ingin memperkarakan kasus ini ke proses hukum (melapor,red), pihaknya juga mempersilahkan.

“Ya silahkan saja (melapor,red) karena langkah ini juga merupakan hak korban, kita selaku aparat tentu siap untuk menerima laporan ataupun pengaduan dari keluarga maupun korban sendiri, jika dalam upaya perdamaian kemarin tak terima atau berubah pikiran,” ujar Bernard.

Pihaknya sejauh ini kata Bernard, tidak bisa juga melakukan pengusutan ataupun penyelidikan terhadap kasus kekerasan tersebut lantaran kedua belah sudah sepakat menyelesaikan persoalan secara intern.

“Namun jika ada pelaporan, maka akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan proses hukum,” tukasnya. (rob)