Tarif Angdes di OKI Mulai Naik

Alex (33), salah satu supir Angkutan Desa (Angdes) di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ikut menaikkan tarif imbas dari kenaikan BBM.
Alex (33), salah satu supir Angkutan Desa (Angdes) di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ikut menaikkan tarif imbas dari kenaikan BBM.

Kayuagung, Palpos.- Kenaikan Bahan-Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah beberapa hari lalu berdampak pada berbagai lini. Misalnya saja Angkutan Desa (Angdes) anak sekolahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepada awak media, Alex (33), salah satu supir angdes dari desa Benawa, Kecamatan Teluk Gelam mengaku, akibat kenaikan BBM mereka juga terpaksa menaikkan tarif sebesar Rp 3 ribu.

“Untuk anak sekolahan, dari Tanjung Lubuk ke Kayuagung sekarang Rp 8 ribu, sebelumnya hanya Rp 5 ribu. Sedangkan untuk masyarakat umum, dari Tanjung Lubuk-Kayuagung sekarang Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 7 ribu,” ungkapnya, Rabu (07/09).

Ia menambahkan, semenjak mereka menaikkan tarif banyak penumpang yang mengeluh, bahkan tidak sedikit anak sekolahan yang ingin beralih dan beranggapan lebih baik naik motor ketimbang naik angdes.

“Mungkin kalau yang di rumah ada media sosial, mereka akan tahu tentang kenaikan BBM sehingga bisa memaklumi angdes menaikkan tarif. Tetapi yang tidak punya media sosial, mereka akan terkejut dengan tarif angdes sekarang,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, sebelum pemerintah menaikkan harga BBM, ketika mereka mengisi minyak di SPBU Full Tank mengeluarkan biaya sekitar Rp 240 ribu. Sedangkan menurutnya sekarang, mereka harus merogoh kocek kurang lebih Rp 300 ribu untuk memenuhi Tanki mobilnya.

“Penumpang kita juga berkurang, kalau biasanya sekali berangkat bisa 10 orang, kini hanya 5 orang. Oleh karena itu, kita berharap pemerintah menurunkan harga BBM atau kalau bisa kembali ke harga normal seperti sebelumnya,” tutupnya. (ian)