Tembok Penahan Tanah Habiskan Dana Rp106 Miliar

TALUD : Gubernur Sumsel H Herman Deru meresmikanpembangunan talud di Jembatan Enim 1 dan Jembatan Enim II.
TALUD : Gubernur Sumsel H Herman Deru meresmikan pembangunan talud di Jembatan Enim 1 dan Jembatan Enim II.

MUARA ENIM – Pembangunan tembok penahan tanah atau talud yang antara Jembatan Enim I dan Jembatan Enim II resmi dimulai, Senin (21/11).

Groundbreaking sendiri diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Pj Bupati Muara Enim Kurniawan AP MSi bersama dengan direksi PT BukitAsam dan jajaran forkopimda.

Pj Bupati Muara Enim, Kurniawan Ap MSi, mengatakan, groundbreaking pembangunan talud merupakan salah satu rangkaian dalam peringatan HUT Kabupaten Muara Enim 76 tahun. “Talud yang akan dibangun sepanjang 1.890 meter ini memiliki nilai proyek Rp106.060.000.000 yang berasal dari dana hibah daerah bantuan peran serta perusahaan yaitu PT Bukit Asam (PTBA),” ujarnya.

Pembangunan talud ini dituangkan dalam naskah perjanjian hibah daerah antara PTBA dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tujuan pembangunan ini yaitu selain untuk penataan kota Muara Enim sebagai ibukota kabupaten menjadi kota yang lebih indah bersih dan rapi.

“Maka keberadaan dinding penahan tanah ini juga sebagai upaya untuk melindungi masyarakat di bantaran sungai Enim dari bahaya longsor dan pengerutan atau abrasi sungai,” tuturnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumsel atas dukungan dalam pembangunan Jembatan Ujan Mas Lama melalui Bantuan Gubernur (Bangub) tahun 2021 dan 2022 sebesar Rp21 Miliar.

“Atas inisiasi dan petunjuk bapak gubernur pula Alhamdulillah Dinas PUBM Provinsi Sumatera Selatan telah mendapatkan bantuan hibah dari Kementerian PUPR untuk penambahan dua unit rangka baja jembatan dengan bentang 40 meter di Jembatan Ujan Mas Lama yang ditargetkan jembatan ini dapat selesai di tahun 2023 mendatang,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan. Kabupaten Muara Enim merupakan kabupaten yang mendapatkan perhatian dari PTBA karena memang berada diwilayah kerjanya. (ozi)