Temuan Reses DPRD Palembang, Kasus HIV Masih Cukup Tinggi

Anggota DPRD Kota Palembang Dapil V mendengarkan Aspirasi konstituen. F Humas DPRD Palembang.


PALEMBANG
–  Warga yang terserang HIV Aids di Kota Palembang ternyata relative cukup tinggi. Selain itu, kesadaran pola hidup sehat warga yang tinggal di bantaran Sungai masih rendah. Dua hal ini, menjadi temuan Anggota DPRD Kota Palembang Daerah Pemilihan (Dapil) V, dalam reses 29-31 Agustus 2022.

Ketua Dapil V DPRD Kota Palembang melalui Sekretaris Dapil V, M Akbar Alfaro SE B Bus mengatakan, temuan banyaknya warga yang terjangkit HIV mengejutkan pihaknya.

“Setidaknya ini terlihat dari kunjungan lapangan di Puskesmas 14 Ulu Naga Swidak, dimana tercatat ada 24 warga positif terjangkit HIV dan 2 lagi masih menunggu hasil tes apakah terjangkit atau tidak. Namun setidaknya ini harus menjadi perhatian serius,” tandas Alfaro.

Dikatakan dari hasil dialog pihaknya, warga yang terjangkit dan tertular HIV tersebut dikarenakan pergaulan dan pemakaian jarum suntik.

“Yang terjangkit mayoritas adalah lak-laki. Dari temuan ini, kita mendorong perlu adanya perhatian dan antisipasi agar penularan HIV Aids dapat dicegah,” kata dia.

Beberapa lagkah pencegahan yang bisa dilakukan kata Alfaro, edukasi ke masyarakat agar menghindari pergaulan bebas. “Edukasi bisa dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk juga pemerintah,” tandas politisi asal Partai Gerindra ini.

Selain itu, masalah lainnya dari hasil temuan di reses lanjut Alfaro, adalah kesadaran menjaga pola hidup sehat di masyarakat terutama warga yang tinggal bantaran sungai.

“Seperti tak adanya fasilitas WC atau toilet. Jadi warga memanfaatkan sungai untuk mandi dan BAB. Ini kan tidak sehat. Atas hasil temuan ini, kita memita Pemkot dapat membangun kantong-kantong WC umum termasuk penyediaan air bersih agar timbul kesadaran pola hidup sehat di masyarakat,” ujar Alfaro.

Selain masalah HIV dan pola hidup sehat kata Alfaro, pihaknya juga menampung aspirasi konstituen terkait masalah infrastruktur seperti jalan rusak dan berlubang seperti di Jala KH Azhari 14 Ulu, drainase yang fungsinya tak maksimal da lampu jalan yang banhak rusak.“Semua temuan dalam reses akan kita bawa sidang Paripurna untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai prioritas dan kebutuhan masyarakat, “ tukas Alfaro. (rob)