Tiga Pekerja Sumur Dicicuk

Tiga tersangka pekerja sumur liar diamankan di Mapolres Muba, kemarin.


SEKAYU
– Pascasemburan minyak hingga 10 meter dan menggenangi lokasi kebun karet warga, Rabu (14/09), sekira pukul 14.00 WIB.      Tim Satreskrim Polres Muba bersama Satreskrim Polsek Keluang dan Direskrimsus Polda Sumatera Selatan mengamankan tiga pekerja sumur liar, Kamis (15/09), sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketiganya adalah Robin Karjaya Yusuf, Eka Candra dan Robin. Disita berupa alat untuk mengebor yakni satu unit  rig, pipa panjang dan mata bor.

Kapolres Muba AKBP Siswandi  melalui Kabag Ops Kompol Rivow Lavu didampingi Kasatreskrim AKP Dwi Rio Andrian, Kasi Humas AKP Susianto dan Kapolsek Keluang Iptu Kurniawan, mengatakan ketiga tersangka yang diamankan itu setelah  mendapatkan laporan dari masyarakat.

“Adanya laporan tersebut, kita langsung cek lokasi bersama tim Babinkamtibmas, Polsek Keluang dan Satreskrim Polres Muba,” ujar Kabag Ops.

Setelah mendapatkan laporan, diketahui tiga orang tersangka  diamankan tanpa ada perlawanan. Tiga tersangka itu adalah Karjaya Yusuf, Eka Candra, dan Robin.

 “Mengenai pemilik bor sumur minyak saat ini masih dilakukan pengejaran dan sudah diketahui identitasnya yakni CN, SL, NP dan BM,” ungkapnya.

Selain itu, sudah diketahui pemilik lahan yakni WW, dan AM. “Ketiga tersangka  kita kenakan pasal 52 UU RI Tahun 2001 No 22 tentang Migas. Dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp 60 miliar,” jelasnya.

Mengenai situasi di lokasi pengeboran saat ini sudah terkendali, semburan minyak tidak ada lagi. Meski demikian tetap mengingatkan warga sekitar agar jangan menyalakan api.

“Untuk pengamanan sudah dilakukan pemasangan garis polisi,” ungkapnya

Sementara, salah satu tersangka Robin warga Lampung mengatakan bahwa rencana melakukan pengeboran di tujuh titik. Namun baru dilakukan satu titik dengan upah Rp35 ribu per meter. (omi)