Tingkatkan Kualitas Metode Pembelajaran

Bencmarking SMKN 1 BANYUASIN III ke Smkn 4 Jakarta, SMKN 9 Bandung, ke PT. Surya utama Putra, ke BBPPMPV BMTI Bandung. Foto Ist


BANYUASIN
– Guna meningkatkan kualitas metode pembelajaran dan peningkatan kualitas kelembagaan program SMK Pusat Keunggulan Skema Lanjutan. SMKN 1 Banyuasin III menggelar kegiatan Kegiatanya Bencmarking yang tertuju ke SMKN 4 Jakarta, SMKN 9 Bandung, serta ke PT Surya Utama Putra, dan ke BBPPMPV BMTI Bandung.

Dikatakan Kepala SMK N 1 banyuasin III Novita Sari I ST MPd, dengan kegiatan tersebut semoga membuka wawasan dan pengalaman baru bagi guru di SMKN 1 Banyuasin III dan kebutuhan di SMK banyuasin pada sekarang. “Sehingga kita dapat meningkatkan kualitas kelembagaan didalam program SMK,” jelasnya. (19/9).

Selain itu, berdasarkan survey yang dirilis oleh Badan Pusat Statisik terkait dengan kebekerjaan lulusan SMK masih dianggap sebagai kontributor ketidak bekerjaan. Hal tersebut merupakan tantangan dalam peningkatan kualitas karakter dan kompetensi dari lulusan SMK.

“Dari itulah kami menjadi tertantang, dan tantangan itu terjawab dengan adanya program terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas sarana prasarana, peningkatan kualitas metode pembelajaran, dan peningkatan kualitas kelembagaan di lingkungan SMK,” ujarnya.

Adapun program tersebut salah satunya adalah Program SMK Pusat Keunggulan Skema Lanjutan yang dilaksanakan sejak tahun 2020, tahun 2021, dan pada tahun 2022. “Sebenarnya, tujuan utama Benchmarking adalah menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat secara teknis riil dan empiris. Untuk dijadikan barometer dan pembanding yang kemudian masuk untuk menemukan sebuah pembaharuan yang aplikatif, baik untuk kegiatan ke depan dalam jangka pendek dan jangka Panjang,” terang Novita.

Sehinga sumber daya manusia yang ada di SMK bisa menambah wawasan dengan menambah baru di tempat lain, menambah cakrawala berfikir serta meningkatkan pelayanan pendidik kepada peserta didik.

“Kita juga berharap program ini dapat menanamkan keuletan pengabdian sebagai pendidik maka siap menghadapi daya saing sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya lagi.

Kegiatan yang berlangsung sejak 14 – 18 bulan ini (September), diikuti oleh 31 orang terdiri dari satu Pengawas, Waka Sarpras dan Staf Wadir Bidang Kerjasama, dua Kepala Sekolah, sepuluh Wakil Kepala Bagian Kurikulum. Lima orang guru produktif dan enam siswa. (nik)