Tips Mengatasi Trauma Perselingkuhan


MENGATASI
trauma akibat perselingkuhan bukan perkara mudah. Apalagi dampak perselingkuhan tidak hanya pada kesehatan mental tetapi juga fisik.

Healthline dan Verywell Mind mengungkap beberapa cara mengatasi trauma perselingkuhan agar tetap bisa sehat secara fisik dan mental:

1. Mencari titik permasalahan.
Mencari titik permasalahan penyebab perselingkuhan bisa dikomunikasikan dengan pasangan, sehingga akan mendapatkan jalan keluar untuk menyelesaikannya. Dengan cara ini, rasa ragu dan kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri bisa dihindari, sehingga tidak akan mengganggu kehidupan, termasuk kehidupan sosial.

2. Menerima perasaan.

Bersembunyi dari emosi yang dirasakan memang terlihat sebagai cara yang paling mudah untuk diambil, tetapi akan membuat perasaan tersebut sulit untuk dikontrol di kemudian hari.

Mencoba untuk menerima perasaan yang muncul akan membantu untuk lebih memahami diri dan bisa dengan lebih mudah mencari jalan untuk berdamai dengan rasa trauma.

3. Fokus pada keinginan.
Trauma perselingkuhan biasanya berakhir pada dua pilihan, untuk melanjutkan hubungan atau menghentikannya. Memilih salah satu dari kedua pilihan tersebut tidak mudah dan butuh proses serta waktu yang lama. Namun, hal tersebut bisa menimbulkan stres yang berakibat pada masalah kesehatan. Fokus pada diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang disukai akan menghindarkan stres, sehingga nantinya bisa menentukan apa yang diinginkan dari hubungan tersebut.
4. Tidak membalas dendam.
Balas dendam bukan cara yang terbaik untuk dilakukan karena akan memberikan dampak negatif terhadap diri sendiri. Fokus untuk memperbaiki diri, termasuk dengan pasangan, lebih disarankan agar tidak terpancing emosi dan tidak akan merugikan salah satu atau kedua pihak.

5. Menghindari menyalahkan diri atau pasangan.
Menyalahkan diri sendiri atau pasangan tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi dan akan memperkeruh suasana. Jangan merasa menjadi korban karena akan membuat tidak berdaya dan kasihan terhadap diri sendiri.

6. Tidak melibatkan anak.
Perselingkuhan harus dihadapi dengan pasangan dan merupakan masalah pribadi. Pastikan tidak melibatkan anak karena bisa membuat anak trauma dan cemas. Jika hubungan yang dijalani memang tidak bisa dilanjutkan, anak dianjurkan untuk tidak memilih salah satu sisi karena akan memperparah kondisi emosional anak.

7. Mencari bantuan.
Mencari bantuan konselor pernikahan atau psikiater yang posisinya lebih netral akan lebih membantu dalam mencari titik permasalahan. Tidak hanya itu saja, bantuan yang didapatkan akan membuat komunikasi dan pengaturan emosi jauh lebih baik.(chy)