Tragedi Gelebak Dalam Direka Ulang

Salah satu adegan reka ulang saat pelaku bertemu korban. FOTO : EDHO-SUMEKS.CO


PALEMBANG
– Kasus tewasnya dua wanita diduga pasangan sejenis di Perumahan Dream Land 2 Meritai, Pangkalan Gelebak, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada Minggu (25/07) yang lalu, direka ulang penyidik Unit 2 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, kemarin.

Kedua korban yakni Hendri Rangkuti Liasari (34) dan pacarnya Meilani alias Mei (22). Reka ulang yang menghadirkan tersangka Bobi Harmoko alias Moko (27) digelar Selasa (30/08) kemarin.

Dalam reka ulang tersebut sebanyak 18 adegan langsung dilakukan oleh tersangka Bobi yang digelar tim penyidik di halaman Gedung Subdit 3 Jatanras dan ruang penyidik Unit 2.

Reka ulang diawali tersangka Bobi bertemu dengan dua orang korban, lalu menyiapkan besi berukuran kurang lebih 50 cm di rak sepatu.  Tersangka  menanyakan kepada korban mengapa pulang larut malam. Namun tidak dijawab oleh kedua korban.

Lalu, tersangka memergoki keduanya di dalam kamar. Adegan selanjutnya tersangka  mengambil besi dan langsung memukulkan ke korban Hendri alias Uti.

Di adegan itulah atau pada adegan 13, tersangka Bobi memukul korban Uti dari arah belakang sambil memegang leher bagian belakang. Masuk adegan ke-14, saat korban Uti tersungkur ke lantai, korban Mei menjerint meminta tolong dan melerai di dalam kamar. Namun tersangka memukul kepala korban menggunakan besi.

Korban Mei mendapatkan delapan kali pukulan dan Hendri alias Uti mendapat tiga pukulan. Semuanya di bagian kepala.  Adegan terakhir,  tersangka sempat tidur di antara kedua korban di dalam kamar. Keesokan harinya tersangka menghubungi pamannya dan berniat akan menyerahkan diri kepada polisi.

 “Selama aku ditahan di Polda Sumsel, sama sekali tidak pernah didatangi kedua korban dalam mimpi. Setelah menjalani hukuman nanti saya berjanji akan bertobat,” kata Bobi.

Sementara, Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika SIK SH didampingi Kanit 2 Kompol Bakhtiar SH, mengatakan reka ulang yang dilakukan ini untuk melengkapi berkas yang akan dikirimkan kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel.

“Reka ulang ini untuk melengkapi berkas perkara yang akan dikirimkan ke Kejaksaan,” katanya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bobi Harmoko alias Moko  menyerahkan diri ke tim opsnal Unit 2 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Panit Opsnal Iptu Tedy Barata SH, Senin (26/07).  Saat diamankan, tersangka mengaku tega menghabisi korban Hendri ayuk kandungnya lantaran telah tepergok berciuman dengan korban Mei yang merupakan pacarnya.

 “Saya kesal karena melihat dia (ayuk) berciuman dengan pacar saya. Dio tuh lesbian aku pergoki langsung di kamar kemarin sore,” aku tersangka.

Tersangka langsung menghantamkan shock kunci roda yang juga digunakan untuk mendongkrak mobil ke arah kepala kedua korban.

“Kunci roda itu biasa jugo dipakai untuk dongkrak disimpan di rak sepatu dalam rumah. Langsung aku pukul ke arah ayuk aku, saat pacar aku sempat ikut memeriksa tapi aku langsung Hantam jugo kepalanya,” ungkap Bobi.

Setelah melakukan penganiayaan tersebut, tersangka sempat mencoba bunuh diri dengan memakan obat nyamuk bakar.

“Aku baru sadar kalau keduanya mati dan aku coba bunuh diri makan obat nyamuk bakar sebanyak sekeping,” kata Bobi. (dho/SC)