UANG RAKYAT JADI RONGSOKAN


Harus Diusut Biar Rakyat tidak Kecewa

MODA angkutan bus transmusi yang melayani penumpang hingga kini tak banyak terlihat di jalanan Kota Palembang. Walaupun kondisi ini tidak begitu berdampak pada kelancaran melayani penumpang, namun tetap menjadi pertanyaan Masyarakat.

Jawabannya ternyata banyak bus transmusi yang kini tak beroperasi lagi lantaran sudah rusak, tak terawat dan tidak bisa beroperasi lagi.
Akibatnya, bus transmusi yang jumlahnya ratusan itu, terbengkalai dengan terparkir di Terminal Km12.

Hal ini diketahui setelah komisi II DPRD Kota Palembang meninjau terminal Km12 tersebut. Melihat pemandangan ini, membuat anggota wakil terkejut hingga melakukan langkah untuk memanggil Dirut PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) guna meminta keterangan.

Terkait hal langsung menjadi sorotan warga Kota Palembang yang merupakan konsumen transmusi tersebut.

“Sayang, harusnya bus transmusi yang sudah jelek itu dapat dimanfaatkan menjadi angkutan antar daerah seperti ke Banyuasin, Ogan Ilir. Urusan perizinan ya bisa- bisa pemerintah kota ataupun SP2J,” ujar Denni, salah seorang warga Kota Palembang, yang berhasil dimintai tanggapan, Kamis (17/11).

Senada diungkapkan Apriani, salah seorang warga Kota Palembang. Menurtnya fungsi dari bus Transmusi harus segera dialihkan fungsikan untuk menjadi transpotasi dengan rute berbeda. “Sebelumnya rute antar kota, sekarang bisa difungsikan apa saja. Yang penting jangan menjadi barang rongsokan ditumbuhi rerumputan di lokasi penyimpanan,” ucapnya.

Sedangkan Ardi, salah seorang warga Kita Palembang lainnya menambahkan, tak terawatnya bus transmusi tersebut padahal Pemkot sendiri menyediakan anggaran untuk pemeliharaan, menjadj tanggungjawab Pemkot Palembang itu sendiri. Artinya, anggaran tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kalau begitu anggaran untuk pemeliharaan digunakan untuk.

“Ini juga perlu dipertanyakan oleh wakil rakyat komisi terkait, dikemanakan anggaran tersebut, ” ujarnya penuh tanya.
Selain, dengat kondisi itu juga menunjukkan kalau bus transmusi itu diduga tak dipelihara secara kontinyu. “Kalau seperti ini, sama saja dengan menyia-nyiakan uang rakyat untuk membeli bus transmusi tersebut. Apalagi jumlahnya mencapai ratusan bus, ” ucapnya sedikit kesal.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Palembang menyoroti ratusan bus Transmusi yang tidak terawat di Terminal Km 12.
Dari hasil temuan dewan itu, asil sebanyak ratusan bus Transmusi yang tak beroperasi dalam kondisi rusak dan tidak terawat.

“Setelah kami kunjungan ke SP2J, dalam rangka adanya pengaduan masyarakat terhadap banyaknya bus yang tidak beroperasi di terminal KM 12. Sebenarnya ini adalah bus Transmusi dan seperti yang kita lihat sendiri memang di sini dalam kondisi yang sangat jelek,” ujarnya Ketua Komisi II DPRD Palembang, Abdullah Taufik, Rabu (16/11/2022).

Dalam pemantauannya, Taufik menyebutkan, bus-bus ini tidak terawat, bahkan kaca-kaca bus berlumut. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, pasalnya untuk perawatan sudah dialokasikan dana untuk bus-bus tersebut.

“Jadi kami meminta agar kiranya memperhatikan kondisi bus tersebut, padahal kita sudah mengalokasikan ada dana perawatan terhadap bus ini,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Taufik, pihaknya segera memanggil PT SP2J ” “Sebagai mitra kita harus tahu apa penyebabnya,” tegasnya. Taufik menambabkan, dengan kondisi tersebut, dewan meminta PT SP2J bertanggung jawab atas kejadian ini.

Dikatakan Taufik, apa yang dilakukan PT SP2J ini buntut dari tidak dialokasikannya subsidi dana dari pemerintah Kota Palembang, akibatnya banyak bus-bus tak berjalan.

“Kita akan carikan solusi dan berkoordinasi dengan pihak PT SP2J ini. Sehingga ke depan dapat dialokasikan dananya agar ke depan operasionalnya dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Disinggung mengenai terbengkalainya kondisi bus yang ditemukan kacanya kotor, Taufik meminta agar pihak PT SP2J segera melakukan tindakan atau pembersihan dan perawatan karena dana alokasi untuk perawatan bus ini ada. (rob/nik/ika)