Unsri Dukung Petanian Lahan Suboptimal

PUR-PLSO Universitas Sriwijaya gelar seminar nasional ke-10 secara daring. Foto ist


PALEMBANG
– Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Kamis (27/10), menggelar seminar nasional ke-10 dihadiri 182 pemakalah dan 400 peserta dari berbagai provinsi di Tanah Air. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pertanian lahan suboptimal secara berkelanjutan.

Dikatakan Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. Anis Saggaf, MSCE., IPU., ASEAN.Eng ketika membuka seminar nasional tersebut menyampaikan apresiasi kepada 182 pemakalah dan lebih dari 400 peserta dari berbagai provinsi antara lain Sumatera Utara, Bengkulu Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, D.I. Yogyakarta, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Seminar nasional ke-10 yang digelar secara daring melalui ‘platform zoom’ oleh PUR-PLSO Universitas Sriwijaya (Unsri) mengusung tema ‘Revitalisasi Sumber Pangan Nabati dan Hewani Pascapandemi dalam mendukung pertanian lahan sub optimal secara berkelanjutan” jelas Anis kepada media.

Kegiatan seminar nasional lahan suboptimal yang telah berlangsung selama 10 tahun ini merupakan bukti keseriusan dan konsistensi PUR-PLSO dalam menyelenggarakan kegiatan seminar dengan fokus pada riset unggulan di lahan sub optimal.

“Untuk itu, Universitas Sriwijaya senantiasa mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini berlangsung secara terus menerus atau sesuai agenda tahunan PUR-PLSO Unsri,” tutur Rektor Unsri.

Selian itu, dalam sambutan yang disampaikan Dekan Fakultas Pertanian, Prof.Ahmad Muslim kegiatan seminar nasional lahan suboptimal yang digelar pada 27 Oktober 2022 ini memasuk usia 10 tahun.

Kegiatan yang berlangsung memasuki Anniversary ke-10 itu merupakan bukti keseriusan dan konsistensi PUR-PLSO dalam menyelenggarakan kegiatan seminar dengan fokus pada riset unggulan di lahan sub optimal, kata Dekan Prof.Ahmad Muslim.

Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional PUR-PLSO Unsri ke-10 Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si, menjelaskan tema ‘Revitalisasi Sumber Pangan Nabati dan Hewani Pascapandemi dalam Mendukung Pertanian Lahan Suboptimal secara Berkelanjutan’ merupakan kelanjutan dari tema sebelumnya pada awal masa pandemi.

“Persoalan pangan menjadi masalah mendasar bagi kehidupan manusia,” paparnya.

Persoalan ketersediaan sumber pangan nabati dan hewani pascapandemi secara kualitas dan kuantitas seiring dengan bangkit dan pulihnya semua aspek kehidupan.

“Sumber pangan nabati dan hewani berbasis pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan,” jelasnya.

Sejalan dengan tema tersebut, Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si., menyampaikan salah satu organisme yang berperan penting dalam ekosistem terkait perannya sebagai sumber pangan dalam meningkatkan produksi berkelanjutan tanaman baik tahunan maupun musiman.

“Seminar tahun ini menampilkan beberapa ‘keynote speaker’ berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air antara lain Prof. Dr. Ir.

Benyamin Lakitan, M.Sc. (Universitas Sriwijaya) yang membahas lahan basah Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara aktif, sekarang saatnya untuk dikelola secara intensif, ekologis, dan inklusif dalam upaya peningkatan produksi pangan pada lahan basah tropika,” terangnya.

Selanjutnya Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D. (Universitas Sumatera Utara), memaparkan mengenai mangrove sebagai salah satu lahan basah yang upaya rehabilitasinya menjadi penting baik secara ekologis maupun secara ekonomis.

“Kegiatan rehabilitasi mangrove merupakan contoh nyata keberhasilan dari biodiversitas jenis, jumlah individu tanaman, dan stok karbon,” jelas Basyuni.

Pembahasan mengenai revolusi industri 5.0, juga ditekankan oleh Prof. Dr. Ir. Adriani, M.Si., CIQaR (Universitas Jambi) agar ketersediaan pangan berkualitas menjadi prioritas sehingga kualitas hidup manusia meningkat, aman dan nyaman.

“Untuk itu, penanganan, pengolahan dan pengawasan bahan pangan baik tanaman, ternak dan ikan menjadi hal penting untuk menjamin ketersediaan bahan pangan yang sehat, aman dan berkelanjutan,” ujar Adriani.

Terkait dengan keamanan pangan, Dr. Nuning Vita Hidayati, S.Pi., M.Si., Ph.D (Universitas Jenderal Sudirman) menyoroti lahan basah sebagai penyedia jasa ekosistem penting yang memberikan manfaat lingkungan sebagai perangkap polutan, termasuk logam berat, plastik, dan pestisida.

Seminar ini juga menghadirkan makalah penunjang dengan tema budidaya tanaman, ikan dan ternak, pengelolaan lingkungan, sosial, ekonomi dan budidaya, pengolahan dan pengawasan pangan (tanaman, ikan dan ternak), sumber pangan fungsional dan tanaman rempah dan obat herbal, teknologi pertanian, sistem informasi digital innovation in smart farming industry, kata Kepala PUR-PLSO Unsri Prof. Siti Herlinda.

Selain itu, kegiatan seminar nasional lahan suboptimal yang memasuki usia ke- 10 tahun ini merupakan bukti keseriusan dan konsistensi PUR-PLSO dalam menyelenggarakan kegiatan seminar dengan fokus pada riset unggulan di lahan suboptimal. (nik)