Usia 66 Tahun Muba, Momentum Berbenah dan Pulihkan Daerah


Bangun Muba Berjamaah, Sinergi Pj Bupati Apriyadi, Forkopimda dan Warga

SEKAYU – Tepat pada 28 September 2022 Kabupaten Muba yang saat ini dinahkodai Pj Bupati Drs Apriyadi MSi genap menduduki usia ke-66 tahun. Sejumlah tantangan upaya untuk percepatan kemajuan daerah telah dilalui, begitu juga tantangan ke depan yang harus dihadapi demi meningkatkan kesejahteraan warga di Bumi Serasan Sekate.

Sejak dilantik pada 30 Mei 2022 lalu oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Pj Bupati Apriyadi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah Pemkab Muba langsung gaspol dan bertahap menuntaskan sejumlah PR yang di-proyeksi harus diselesaikan dalam waktu singkat. Selain persoalan infrastruktur, Pj Bupati Apriyadi juga terus mengebut penanganan persoalan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Muba. Tak sendiri, dalam kaitan kerja ini Apriyadi mengusung konsep Membangun Muba Berjamaah yang dalam prakteknya kandidat Doktor

Universitas Sriwijaya ini melibatkan semua pihak utamanya jajaran Forkopimda dan seluruh lapisan warga Muba.

“Kita terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai program, dan berdasarkan data angka kemiskinan di Muba yang semula 16.13 persen kini turun menjadi 15.84 persen. Kerja ini tentu belum sesuai yang diharapkan warga masyarakat Muba, namun kita terus berupaya maksimal,” ucap Apriyadi yang juga mantan Kabag Kesra Pemkab Muba.

Dikatakan, dalam kaitan menekan angka kemiskinan di Muba, pihaknya menggandeng pihak BPS salah satunya untuk mendukung Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022. Tujuannya untuk menyediakan sistem dan basis data penduduk yang terdiri dari atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan.

Pendataan Awal Regsosek yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) ini merupakan upaya menuju satu data Musi Banyuasin dan Satu Data Indonesia, yang akan membantu pemerintah pusat dan daerah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Memudahkan pelaksanaan program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini sangat kita butuhkan, kita belajar dari saat pandemi di mana pemerintah yang kesulitan memberikan bantuan kepada masyarakat,” terangnya. (adv)