Usung Anies, 2 Kader NasDem Mundur

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh


JAKARTA
– Mundurnya beberapa kader Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) usai ditetapkannya Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) dinilai hal yang wajar.

Pengamat Politik, Emrus Sihombing mengatakan hal tersebut sering terjadi di partai politik yang ada di Indonesia saat ini.

“Saya melihat masih sedikit banget, baru dua orang kan, itu hal yang lumrah di partai yang ada di Indonesia,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, itu juga hak seorang kader partai politik jika ingin mundur. Hal tersebut juga menunjukkan seleksi alam yang dialami Partai Nasdem.

“Seperti yang dibilang pihak Nasdem, ini seleksi alam. Jadi, silahkan mundur itu hak. Saya kira benar juga itu,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut juga menunjukkan seperti apa militansi dari kader Nasdem.

Jadi sejauh mana antara kader ini militansi terhadap keputusan partai. Tapi sisi lain kita lihat bahwa mereka yg mundur imi berarti sosok Anies mereka lihat bukan sosok yang mereka lihat untuk politik idealis. Karena mereka yang mundur berarti sosok yang suka eklusifitas,” ucapnya.

“Jadi masyarakat akan melihat nanti, calon yang diusung ini eklusifitas atau ingkluitas.” tandasnya.

Sementara itu, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebut akan menjadi pusat pengambilan keputusan melakukan koalisi.

Kader Nasdem dan Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan mengatakan Nasdem akan mejadi tulang punggung jika nanti berkoalisi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Bahwa Nasdem menjadi tulang punggung itu bagus. Dalam teori politik itu namanya Nasdem center of gravity, pusat pengambilan keputusan,” katanya, kemarin.  (del/disway)