Volumen Transaksi QRIS Bank Mandiri Capai Rp21 Miliar


PALEMBANG
– Sebagai bank BUMN, Bank Mandiri berkomitmen untuk mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi Urban Lokomotif lewat beragam program dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah perkotaan. Komitmen ini berhasil diraih dengan mencatat volume transaksi menembus Rp 21 miliar. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 69 persen secara year on year (YoY).

Dikatakan Regional CEO Bank Mandiri Ade Hasballah Abdullah, program ini perpanjangan tangan Pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Salah satu implementasi komitmen tersebut adalah Program Livin’ Urban yang berfokus untuk membantu kebutuhan transaksi masyarakat melalui berbagai inisiatif.Mulai dari program digitalisasi pasar bertajuk Livin’ Pasar, Livin’ Warung, Livin’ Kampoeng Usaha dan Kampoeng Sehat hingga Livin’ Society yang memberikan dampak sosial yang positif.

“Sebagai Informasi, di wilayah kerja Region II/ Sumatera 2, hingga akhir Agustus 2022, transaksi merchant QRIS Bank Mandiri telah mencapai lebih dari 112 ribu transaksi, dengan volume transaksi menembus Rp 21 miliar. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 69% secara year on year (YoY),” jelas Ade usai launching Transaksi di pasar 16 ilir menggunakan Livin’ usai melaunching Pasar 16 Ilir siap jadi digital, Kamis (22/9) yang juga dihadiri dan disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan R. Erwin Soeriadimadja, Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya Abdul Rizal.

Selain itu, untuk terus meningkatkan kembali jumlah penguna dan transkasi dengan QRIS, pihaknya melakukan pergerakan kepasar 16 Ilir Palembang.

“Kali ini, bekerjasama dengan Perumda Pasar Palembang Jaya, Bank Mandiri menginisiasi Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasar 16 Ilir Palembang,” ujarnya.

Ade menambahkan, program ini diharapkan mampu memperluas akseptasi pembayaran digital, salah satunya lewat penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) Livin Usaha untuk pedagang.

“Program ini nantinya akan direplikasi di sebagian besar pasar rakyat. Melalui sinergi antara Bank Mandiri, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Regulator.

“Kami berharap digitalisasi pasar ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kegiatan transaksi non tunai ke depan, termasuk mendorong pelaku UMKM agar naik kelas,” tuturnya.

Bank Mandiri menggarap pasar sebagai salah satu ekosistem yang terintegrasi mulai dari supplier, distributor, logistik, penjual maupun pembeli agar mendapatkan solusi perbankan.

Tak hanya itu, bank berlogo pita emas ini juga mengadakan program bonus i-kupon indomaret Rp. 50.000 transaksi di Pedagang Pasar 16 Ilir dengan cara scan QRIS menggunakan Livin’ by Mandiri.

Promo yang diadakan sampai dengan 31 Desember 2022 ini diharapkan turut mendorong minat transaksi masyarakat menggunakan chanel pembayaran QR di Super AppLivin’ by Mandiri.

“Kami berharap dengan adanya digitalisasi pasar ini, transaksi non tunai dapat meningkat sehingga dapat secara langsung mempermudah kebutuhan pembayaran masyarakat dan tentunya turut mendorong tingkat inklusi keuangan di Indonesia,” jelas Ade.

Lebih lanjut, Ade berharap dengan adanya Livin’ Pasar, Bank Mandiri dapat ikut memperluas penggunaan QRIS sebagai salah satu sarana pembayaran non tunai yang dapat diandalkan masyarakat.

“Dengan adanya program Livin’ Urban, kami berharap akanmendorong Cashless Society yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sertadapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat, dan menjadikan Bank Mandiri sebagai Urban Lokomotif untuk kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (nik)