Warga Desa Lingga Tutup Akses Tambang PTBA

Ratusan masyarakat Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul  menututup akses jalan masuk di pintu masuk area Banko Barat Desa Lingga.
Ratusan masyarakat Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul menututup akses jalan masuk di pintu masuk area Banko Barat Desa Lingga.

MUARA ENIM – Ratusan masyarakat Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, melakukan aksi unjuk rasa (demo). Dalam aksinya, warga mengblokade akses jalan masuk ke area tambang PTBA tepatnya di pintu masuk area Banko Barat Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Selasa (25/10).

Pantauan di lapangan, aksi demo warga Desa Lingga tersebut berlangsung dari pukul 06.00 WIB, dengan menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan empat. Mereka membawa sound system dan membentangkan 13 spanduk yang bertuliskan tentang tuntutan mereka kepada PTBA.

Aksi unjuk rasa tersebut, mendapatkan pengawalan ketat sekitar 300 personil keamanan baik dari TNI, Polri dan security PTBA sendiri.

Pada awal aksi demo ada insiden bentrokan antara massa pendemo dengan aparat keamanan, namun cepat diatasi sehingga tidak sempat meluas.

Setelah ditunggu hingga pukul 08.30 WIB. Belum ada satupun pejabat PTBA maupun Pemerintah Desa Lingga dan Kecamatan Lawang Kidul yang berkompeten menemui massa, sehingga warga melakukan aksi duduk di akses jalan keluar masuk tambang PTBA sehingga hanya kendaraan akses keluar yang diperbolehkan.

Sedangkan yang masuk tidak diperbolehkan sama sekali kecuali kendaraan yang membawa catering dan bahan peledak. Setelah empat jam menunggu tepatnya pukul 10.00 WIB, aksi demo membubarkan diri setelah perwakilan manajemen PTBA Kanthi Miarso yang menjabat sebagai Ahli Produksi datang mendengarkan keluhan dan unek-unek massa yang diwakili oleh Ketua Tim Demo Amat Nangwi Cs.

Dari mediasi tersebut akhirnya disepakati akan ada pertemuan tanggal 10 September 2022 di kantor PTBA untuk membahas permasalahan yang menjadi tuntutan masyarakat Desa Lingga.

Menurut Ketua Tim Demo, Amat Nangwi, bahwa aksi hari ini merupakan akibat gagalnya hasil mediasi masyarakat Desa Lingga setelah melakukan aksi tanggal 6 September 2022 bertempat di wilayah Banko Barat Desa Lingga, masyarakat Desa Lingga dihimbau dan minta oleh Kapolres Muara Enim beserta Camat Lawang Kidul, agar dibentuk Pokja Desa Lingga guna untuk sebagai jembatan.

Apabila pihak perusahaan Bukit Asam termasuk Sub kontrak lainnya ingin melakukan kegiatan dalam suatu bidang apapun khususnya rekrutmen tenaga kerja, maka kegiatan tersebut dituangkan dalam Pokja Desa Lingga.

Lanjut Amat Nangwi, setelah pihaknya mempertanyakan atas surat yang terlayang beberapa kali ke Bukit Asam dari DesaLingga perihal Pokja Desa Lingga yang di telah di bentuk tidak ada tanggapan sama sekali, bahkan saat pihaknya mediasikan diruang kantor Humas Bukit Asam yang ungkapan dari humas mereka tidak bisa memutuskan terkait Pokja Desa Lingga yang telah di bentuk ini.

Dari dasar inilah kami masyarakat Desa Lingga mengadakan Aksi Orasi Damai swiping penutupan akses Banko Barat Desa Lingga kembali.

“Aksi ini, akan kembali digelar jika tidak ada solusi dari PTBA dan Subconnya,” tegasnya.

Masih dikatakan Amat Nangwi, bahwa area tambang Banko Barat PTBA tersebut sebelumnya adalah lahan perkebunan dan ladang milik nenek moyang masyarakat Desa Lingga. (ozi)